Inkscape vs Aplikasi Vektor Komersial

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram

Inkscape vs Aplikasi Vektor Komersial – Di kalangan orang-orang umum biasanya mengenal ada beberapa aplikasi vektor komersil. Yang terkenal mendominasi pasar dan seringkali digunakan beberapa orang maupun instansi dengan sangat signifikan yaitu misalnya Adobe Illustrator, Corel Draw dan alternatif komersil lainnya misalnya Affinity Designer, Sketch, Xara dan lain-lain.

Untuk menggunakan aplikasi-aplikasi diatas kita harus beli (sistem sekali beli) atau sewa lisensinya dengan cara berlangganan bulanan atau tahunan.

Harga standar beberapa aplikasi desain ketika artikel ini ditulis:

  • Adobe Illustrator, pakai sistem berlangganan, mulai dari $20.99 per bulan per orang, jika langganan tahunan $239.88.
  • Corel Draw, $665 dengan sistem sekali beli (ada opsi berlangganan juga dengan seharga $33.25 per bulan).
  • Sketch tersedia hanya di Mac, dengan seharga $99 sekali beli.
  • Affinity jauh lebih murah yaitu $34.99 sekali beli, harga per komputer.

Selain itu kebanyakan aplikasi desain hanya berjalan di Windows dan Mac, mereka tidak membuat untuk Linux, karena memang mungkin bukan target pasar mereka.

Jarang sekali orang-orang disekitar yang menggunakan Inkscape bahkan tidak tahu itu software apa. Nah, disini inkscape hadir sebagai alternatif program-program tersebut. Inkscape aplikasi desain open source juga gratis serta jalan diberbagai platform, terutama Linux. Dan gratisnya ini benar – benar free ya. No trial version, no community version. Totally free, sesuai semboyan Inkscape yaitu “Draw Freely“.

Inkscape bisa gratis, kok bisa?

Jadi mungkin anda mungkin berpikir, kok bisa gratis? Jawabannya adalah karena ini sifatnya open source dan dikembangkan secara volunteer dari seluruh dunia. Juga dari sponsorship perusahaan-perusahaan dan donasi perseorangan serta dukungan infrastruktur dari banyak pihak, memungkinkan terwujudnya Inkscape ini.

Apakah aplikasi free atau open source tidak berkualitas?

Banyak kalian pasti berpikiran seperti itu, benar kan? Eits, Tunggu dulu ada Linux, Android, Chrome, Firefox, LibreOffice, Blender KDE, Krita dan lain-lain. Semuanya adalah aplikasi berkualitas yang ternyata dikembangkan secara open source. Aplikasi open source belum tentu jelek. Malah dibidang software development justru banyak sekali aplikasi terbaik di kelasnya yang open source.

Banyak yang digarap serius penuh passion dari kontributor-kontributornya bahkan banyak juga yang dibacking sama perusahaan raksasa dengan resource dan pendanaan yang tidak ada habisnya.

Saya sendiri selama ini project desain yang saya kerjakan, pakai Inkscape loh, dan bisa menghasilkan. Jadi tidak ada kata aplikasi gratis itu jelek dan tidak dapat menghasilkan karya yang baik, semua tergantung skill. Kalian pilih yang mana? Tulis jawaban kalian di kolom komentar.

Semoga bermanfaat, see you next later.

Fellix Tara

Fellix Tara

Seseorang yang memiliki ketertarikan dengan teknologi, programming, pengembangan website dan desain grafis.

Leave a Replay

DomaiNesia

Kategori

Bhintara

Bhintara adalah partner terbaik untuk bisnis Anda dalam menghadapi Era Digital yang serba teknologi. Perluas dan tingkatkan jangkauan bisnis Anda, jadikan bisnis Anda sebagai bisnis modern yang mudah dijangkau semua orang di Indonesia.

Recent Posts

Follow Us

Bhintara Video