Rasa Bahagia dengan Puasa Wajib Dalam Hukum Islam

Rasa Bahagia dengan Puasa Wajib Dalam Hukum Islam – Berpuasa adalah hal biasa di banyak agama, sering digunakan sebagai disiplin spiritual yang dirancang untuk membebaskan orang dari fokus yang terpusat pada kebutuhan fisik dan selera, atau sebagai penebusan dosa. Puasa Ramadhan adalah Puasa Wajib yang merupakan Rukun Islam Keempat, terjadi sekali setiap tahun selama bulan kesembilan dari kalender Islam. Ramadhan, satu-satunya bulan yang secara khusus disebutkan dalam Al-Quran, adalah bulan di mana wahyu pertama Al-Quran datang kepada Nabi Muhammad SAW.

Hukum Islam mensyaratkan bahwa di bulan Ramadhan, setiap Muslim yang kesehatannya memungkinkan pantangan dari makanan, minuman, dan aktivitas seksual dari fajar hingga matahari terbenam. Selama sebulan penuh, umat Islam harus menekankan refleksi dan doa keagamaan, melakukan perbuatan baik dan membagikan sedekah untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Puasa Wajib secara bertahap diperkenalkan kepada anak-anak kecil untuk membantu mereka mempersiapkan puasa penuh ketika mereka mencapai pubertas.

Kapan Waktu Puasa Wajib Dimulai?

Sebelum matahari terbit, umat Muslim bangun untuk makan makanan pertama mereka hari itu, yang harus menopang mereka sampai matahari terbenam. Niat untuk berpuasa harus hadir sampai akhir hari. Kegagalan untuk mempertahankan niat mewakili penyebab puasa tidak valid. Jika seseorang makan dan minum dengan sengaja di siang hari, maka puasanya jelas tidak sah. Namun jika dalam keadaan lupa, maka itu dimaafkan atau diberi uzur.

Ibnu Hajar Al Asqolani menyebutkan dalam Bulughul Marom no. 669 dan 670 hadits berikut ini,

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ, فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ, فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اَللَّهُ وَسَقَاهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَلِلْحَاكِمِ: – مَنْ أَفْطَرَ فِي رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلَا كَفَّارَةَ – وَهُوَ صَحِيحٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang lupa sedang ia dalam keadaan puasa lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya karena kala itu Allah yang memberi ia makan dan minum.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 1155).

Dalam riwayat Hakim disebutkan, “Barangsiapa yang berbuka di bulan Ramadhan dalam keadaan lupa, maka tidak ada qodho baginya dan juga tidak ada kafaroh.” Hadits ini shahih kata Ibnu Hajar.

Saat senja, keluarga dan teman berbuka puasa dengan cara tradisional dengan segelas air dan beberapa kurma, diikuti dengan doa. Setelah berdoa, mereka berbagi dalam makanan yang lebih besar yang sering kali mencakup makanan khusus yang hanya disajikan selama tahun ini. Karena Ramadhan adalah bulan yang ditujukan untuk mencapai rasa interaksi yang lebih dalam dengan wahyu Tuhan, banyak orang pergi ke masjid untuk sholat malam, diikuti dengan doa khusus yang hanya dibacakan selama Ramadhan.

Beberapa akan membaca seluruh Quran (sepertiga puluh setiap malam bulan) sebagai tindakan khusus dari kesalehan. Selain itu, bacaan umum Alquran atau nyanyian sufi terdengar pada malam hari. Puasa berakhir pada hari kedua puluh tujuh Ramadhan ketika umat Islam memperingati “Lailatul Qodar” saat Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu Tuhan. Dan akhir dari puasa ditandai dengan perayaan hari besar Islam yang disebut Idul Fitri.

Dalam hukum Islam, disiplin Puasa Wajib di bulan Ramadhan selama sebulan dimaksudkan untuk merangsang refleksi umat Islam tentang kelemahan manusia dan ketergantungan pada Tuhan dan dengan demikian untuk meningkatkan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta.

Melakukan Puasa Wajib juga berfungsi untuk meningkatkan kontrol diri dan disiplin diri serta belas kasih bagi mereka yang sering mengalami kelaparan sehingga seseorang dapat mengidentifikasi diri lebih kuat dengan dan membantu mereka yang kurang beruntung. Pantang juga harus disertai dengan upaya sadar untuk menghindari pemikiran negatif dan untuk merangkul upaya positif, proaktif, etis untuk meningkatkan masyarakat dan anggota yang tinggal di dalamnya.


Sangat luar biasa bukan keistimewaan dari Puasa Wajib ini, bukan? Jika memang Anda dalam kondisi sehat, mungkin akan sangat baik jika melakukannya. Dengan beberapa hari ini kita menyambut bulan suci Ramadhan 1441H semoga bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mencari pahala.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat dan see you next time.

Fellix Tara

Fellix Tara

Seseorang yang memiliki ketertarikan dengan teknologi, programming, pengembangan website dan desain grafis.

Leave a Replay

Live Update
covid-19 indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal

Kategori

Bhintara

Bhintara adalah partner terbaik untuk bisnis Anda dalam menghadapi Era Digital yang serba teknologi. Perluas dan tingkatkan jangkauan bisnis Anda, jadikan bisnis Anda sebagai bisnis modern yang mudah dijangkau semua orang di Indonesia.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Recent Posts

Follow Us

Bhintara Video

Subscribe untuk info terbaru!